on Jumat, Januari 29, 2010
Label


Surabaya- Bisnis jual beli dengan memanfaatkan fasilitas akses internet atau online di Indonesia terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dan pasarnya masih sangat menjanjikan.
Direktur Utama TokoBagus.com--salah satu situs jual beli 'online' di Indonesia--Arnold Sebastian kepada wartawan di Surabaya, Jumat (29/1) mengemukakan pesatnya kemajuan teknologi informasi menjadi pemicu utama perkembangan bisnis online.
"Sekarang masyarakat bisa mengakses internet tidak hanya melalui komputer atau laptop, tapi juga telepon seluler atau istilah kerennya mobile website. Artinya, transaksi bisnis atau jual beli produk semakin mudah dilakukan, tanpa harus bertemu langsung," katanya di sela-sela ajang Cellular & IT Exhibition 2010.
Arnold juga menyebut transaksi bisnis online semakin diminati masyarakat, karena mampu menekan biaya promosi, lebih cepat dan mudah.
Sebagai salah satu situs jual beli online ternama di Indonesia dengan pengunjung mencapai 20 juta orang pengakses setiap bulan, lanjut Arnold, TokoBagus.com terus melakukan inovasi untuk memudahkan transaksi dan aktivasi bagi masyarakat, baik penjual maupun pembeli.
"Awal 2010 ini, kami mulai melirik pangsa pasar di Jawa Timur, setelah sukses di wilayah Jakarta dan sekitarnya serta Jawa Barat. Kami melihat pasar di Jawa Timur masih sangat potensial untuk digarap, tapi pesaingnya juga banyak," ujarnya.
Hingga saat ini, situs yang beroperasi sejak 2005 itu, telah memiliki lebih kurang 260 ribu anggota di berbagai daerah di Indonesia yang aktif melakukan transaksi online.
Namun, Arnold Sebastian tidak memiliki catatan jumlah transaksi online yang dilakukan melalui situsnya tersebut, karena pemasang iklan tidak dipungut biaya atau gratis.
"Sampai saat ini pemasang iklan tidak dipungut biaya atau gratis. Mereka bisa langsung berinteraksi dengan calon pembeli, tanpa melalui kami sebagai perantara. Kami juga ingin mengedukasi masyarakat melalui situs ini," paparnya.
"Belum ada rencana dari kami untuk menyediakan semacam rekening bersama, agar transaksi online lebih aman dan terpercaya. Sejauh ini tidak ada keluhan dari pengakses situs ini, karena punya standar pengamanan tersendiri" ujar Arnold.
Ia menambahkan, pihaknya segera meluncurkan program baru mobile website, di mana pengunjung bisa melakukan pendaftaran dan mencari produk yang diinginkan secara mobile langsung dari telepon seluler.
Selain itu, sejumlah investasi telah disiapkan untuk penambahan inovasi dan peningkatan kapasitas server, sehingga akses situs menjadi lebih mudah, cepat dan nyaman.[*/ito] INILAH.COM

on Kamis, Januari 28, 2010
Label


LONDON - Warga Inggris membuang waktu hingga delapan hari dalam setahun demi berurusan dengan komputer bermasalah di kantor dan rumah.
Pengguna komputer di Inggris sangat tidak suka jika komputer bekerja lamban atau baterai laptop kehabisan tenaga. Kemunculan pop-up yang amat sering, menginstal program atau printer baru serta berurusan dengan serangan virus komputer, merupakan contoh masalah yang menguji kesabaran para pengguna komputer.
Survei yang dilakukan oleh MSN Microsoft Inggris menyebutkan, hal-hal seperti ini akan mengakibatkan pengguna mengalami frustasi yang sama dengan ketika mereka terjebak kemacetan atau kehilangan dompet. 
Seperti dilansir Telegraph, Kamis (28/1/2010), survei ini mengungkapkan, satu dari lima pengguna akan meluapkan kekesalan mereka dengan memukuli tetikus atau papan ketik dan satu dari tiga orang pengguna akan memaki komputer mereka. Sementara lainnya akan lebih memilih bersantai sejenak dengan meminum teh atau kopi, atau berjalan-jalan sebentar melupakan masalah dan meminta orang lain memperbaiki komputer mereka. 
"Saat gangguan datang pada PC, orang hanya ingin semuanya mudah dan cepat teratasi. Orang-orang telah cukup tertekan dengan masalah hidup dan pekerjaan. Maka sangat penting bagi perusahaan seperti kami untuk mencoba mengurangi beban kekesalan mereka pada komputer," ujar salah seorang ahli di Microsoft, John Mangelaars. 
Setengah penduduk Eropa yang mengikuti survei ini mengaku membuang waktu hingga 10 menit per hari menghadapi masalah komputer. Namun diantara warga Inggris, hampir 24 persen mengeluh mereka menghabiskan waktu hingga 30 menit per hari. Jika diakumulasikan, total waktu yang dibuang warga Inggris untuk menangani masalah komputer setara dengan  delapan hari dalam satu tahun. (rah) Okezone.com

on Rabu, Januari 27, 2010
Label



TAIPEI - Acer memiliki banyak rencana besar di 2010. Salah satunya adalah membuat toko aplikasi sendiri untuk memperkaya konten berbagai perangkat besutannya. 
Nampak jelas bahwa vendor komputer asal Taiwan tersebut ingin lebih unjuk gigi. Rencana besar yang telah tersusun tersebut akan diwujudkan Acer di tahun ini. Tak hanya membangun toko aplikasi, Acer pun berencana meluncurkan netbook berbasis Chrome dan eBook dengan layar 6 inci. Sederet unit komputer pun telah mengantre untuk dihadirkan ke publik. Bahkan kabarnya, sesuai bocoran dari President IT Products Acer Jim Wong, perusahaan tersebut kini tengah menggarap komputer tablet.
Yang paling menarik adalah rencana Acer untuk menghadirkan toko aplikasi. Hadirnya toko aplikasi milik Acer diprediksi akan menyemarakkan pangsa pasar aplikasi natinya.
"Toko aplikasi kami akan menawarkan ratusan jenis aplikasi bagi para pengguna perangkat Acer," kata Wong seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (27/1/2010).
Meski begitu, seberapa besar dampak toko aplikasi ini terhadap pangsa pasar aplikasi nantinya, masih diperdebatkan. Namun yang pasti, toko aplikasi Acer dijadwalkan meluncur pada bulan Juni dan akan mendukung Android, Winmo dan Chrome Google.
Aplikasi yang ditawarkan kemungkinan besar akan dibanderol dengan harga terjangkau atau bahkan gratis. Toko aplikasi tersebut dirancang untuk memperkaya konten perangkat Acer terutama untuk produk eBook. (rah) OKEZONE.COM

on Selasa, Januari 26, 2010
Label


TAIPEI - Persaingan ketat antar vendor personal computer (PC) secara global, membuat produsen tersebut mau tidak mau harus melakukan strategi yang berbeda. Hal tersebutlah yang segera dilakukan vendor asal Taiwan, Acer. Perusahaan komputer terbesar kedua di dunia itu akan melakukan 'serangan' yang ekstrim untuk menangkap pangsa pasar lebih gemuk. Di antaranya adalah, pada kuartal ketiga Acer dikabarkan akan menjadi merek pertama di dunia yang merilis notebook berbasis Chrome OS.
Memang santer terdengar, Google akan segera merilis Chrome OS v1.0 dalam waktu dekat. Selain menanamkan OS berbasis web tersebut, notebook ini akan diperkuat dengan chip model ARM. Sayangnya, Acer belum mau melakukan pengumuman spesifikasi detailnya sampai dengan Juni.
Hanya notebook Chrome OS? Tunggu dulu, Acer masih mempunyai salah satu gebrakan yang lain. Rumornya, Acer tertarik untuk memproduksi tablet 6 inchi, yang mereka sebut e-Reader. Nampaknya, Acer mencium bau popularitas e-Reader yang akan meningkat pada 2010 ini. Demikian yang okezone kutip dari Engadget, Selasa (26/1/2010).
Selain e-Reader, Acer sedang memproses untuk membuat Tablet. Ini merupakan jawaban Acer untuk mengimbangi Apple, yang tak lama lagi akan merilis iSlate. (srn) okezone.com

on Senin, Januari 25, 2010
Label



VIVAnewsBill Gates, pendiri perusahaan komputer terbesar di dunia Microsoft 34 tahun yang lalu, baru-baru ini meluncurkan situs pribadi untuk pertama kalinya, yang diberi tajuk "An inside look at global matters".
Menyambut pengunjung baru GatesNotes.com, dia menulis alasan mengapa ia mulai berkecimpung di website adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kebanyakan orang selama ini.
"Karena meninggalkan pekerjaan fulltime saya di Microsoft untuk mendedikasikan diri ke yayasan kami, banyak orang bertanya apa yang saya kerjakan," papar Gates, seperti dikutipVIVAnews dari Telegraph, Senin 25 Januari 2010.
"Aku beruntung karena orang-orang ahli yang menjadi mitra saya dan belajar banyak tentang bidang mereka. Banyak catatan yang kubuat dan saya pikir menarik untuk membaginya secara lebih luas melalui situs Web," terang pria kelahiran 28 Oktober 1955 itu.
Lebih lanjut, Gates menuturkan harapannya agar situs ini dapat memberi inspirasi dan pembelajaran bagi masyarakat luas tentang suatu isu yang menurutnya penting dan menarik.
"Misalnya, tentang gempa bumi di Haiti yang mengundang keprihatinan masyarakat dunia, pandemik global, atau reformasi pendidikan," ujar Gates.
Selain itu, Gates juga menyuguhkan topik-topik yang dikelompokkan ke beberapa kategori, termasuk "What I'm Learning", "My Travels", dan "Curious Classroom".
Gates juga menyajikan review buku ekonomi yang terakhir ia baca besutan Steven Levitt dan Stephen Dubner, "Super Freakonomics."
Topik-topik di GatesNotes.com dikelompokkan ke dalam "What I'm Thinking About", "Yang saya Learning", "My Travel" dan "Penasaran Kelas". Gates juga dibahas Steven Levitt dan Stephen Dubner buku terbaru ekonomi, "Super Freakonomics". VIVAnews

Search