Tampilkan postingan dengan label Social Networks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Social Networks. Tampilkan semua postingan
on Kamis, Februari 11, 2010



Raksasa mesin pencari Google mengumumkan bahwa produk Gmail mereka akan memiliki tampilan jaringan sosial. Tampilan baru tersebut diciptakan agar Gmail dan Gchat mampu berkompetisi dengan Facebook dan Twitter. 
Hadir dengan nama Google Buzz, layanan baru tersebut akan membuat pengguna Gmail bisa berbagi pesan, link situs internet, dan foto, dengan teman dan kolega langsung dari akun Gmail.
Seperti dikutip dari Inquirer, 10 Februari 2010, Google juga merilis beberapa produk yang dirancang agar tampilan situs sosialnya bisa diakses di perangkat mobile. Menurut Inquirer, fitur baru dari Google tersebut tampak sama saja dengan Facebook dan muncul di saat demam jejaring sosial mulai mereda.
Ini merupakan terobosan kedua Google dalam wilayah jaringan sosial. Sebelum ini, Google telah membuat jejaring sosial sendiri yakni Orkut yang berhasil berkembang di Brazil. Sayangnya Orkut gagal menarik minat pengguna penutur Bahasa Inggris seperti Facebook dan Myspace di Amerika. 
Dengan Buzz, Google mengikuti jejak Yahoo yang juga membangun fungsi jejaring sosial ke dalam produk email mereka untuk bisa terhubung dengan Facebook. VIVAnews

on Rabu, Februari 03, 2010


SAN FRANSISCO - Twitter melakukan reset password bagi sejumlah pengguna yang mengalami serangan phising.
"Sebagai keberlanjutan dari upaya Twitter dalam melindungi para penggunanya, kami melakukan reset password untuk sejumlah akun yang kami yakini telah terkena serangan," ujar juru bicara Twitter Del Harvey, seperti dikutip dari Cnet, Rabu (3/2/2010).
"Beberapa pengguna Twitter nampaknya menggunakan username dan password mereka untuk mendaftar pada aplikasi pengembang pihak ketiga yang kemudian memposting tweet ke akun mereka," tambahnya.
Sementara mereka terus melakukan investigasi, Twitter berusaha meyakinkan para pengguna bahwa langkah yang mereka ambil menjamin keamanan mereka. Twitter pun terus menginformasikan update terbaru soal investigasi yang dapat dilihat pada @safety dan @spam.
"Pengguna yang menginginkan informasi tentang apa yang harus mereka lakukan jika akun mereka terkena serangan, bisa mengunjungi laman ini, dan mempelajari bagaimana menggunakan Twitter secara aman," kata Harvey.
Update terbaru atas respons pengguna yang menduga adanya pembobolan data, pihak Twitter memastikan tidak ada data Twitter yang dicuri atau berhasil dibobol.
"Hasil investigasi terbaru kami tidak membuktikan adanya pembobolan data," tutup Harvey. (rah) OKEZONE.COM

on Jumat, Januari 22, 2010


INILAH.COM, Jakarta - Pengguna internet ternyata membuka lebar pintu untuk menjadi korban hacking. Hacker bahkan hanya perlu waktu satu detik untuk membongkar password.
Dalam laporan terbarunya, penyedia data keamanan Imperva yang menganalisis password mengatakan kemalasan menyebabkan user menggunakan password yang sama dan sederhana untuk berbagai akun. Padahal password sederhana itu mudah ditembus dengan teknik brute force.
Laporan yang berjudul Praktek Password Terburuk Konsumen itu menganalisa 32 juta password yang dibocorkan oleh Rockyou.com pada bulan Desember.
Kesimpulannya sama dengan studi Unix tahun 1990, yang menunjukkan bahwa pilihan password yang digunakan konsumen pada hari ini memiliki pola serupa.
Perusahaan memperkirakan bahwa usaha minimal dalam pemilihan password membuat seorang hacker dapat mengakses akun hanya dalam satu detik atau 1.000 akun setiap 17 menit.
Brian Contos, kepala strategi keamanan di Imperva mengatakan bagian yang menakutkan adalah bahwa kebanyakan orang menggunakan sandi yang sama untuk mengakses berbagai akun termasuk Facebook, email dan akun bank.
"Idealnya Anda harus memiliki password berbeda untuk semuanya, tetapi memang bisa sulit untuk mengingatnya," kata Contos.
Pengguna minimal harus memiliki dua set password, terutama ketika mengakses data sensitif seperti perbankan, kata Contos menasihati.
Password yang pendek dan sederhana berarti banyak pengguna rentan terhadap bentuk dasar serangan cyber yang dikenal sebagai serangan brute force.
Untuk perusahaan-perusahaan, ketidakamanan password memiliki konsekuensi serius. Karyawan menggunakan password yang sama di Facebook dan tempat kerja membawa kemungkinan sistem bisa dibajak, terutama jika passwornya mudah ditebak semacam '123456 '.
"Laporan ini memberikan kita pengertian yang baik tentang bagaimana orang memilih password, dan bahwa banyak organisasi yang tidak menggunakan enkripsi untuk password yang aman," kata Contos.[ito]

on Minggu, Januari 17, 2010



Liputan6.comMungkin banyak orang yang bertanya-tanya: kapan Facebook meluncurkan fitur versi retweet? Nah, sekarang jawaban dari pertanyaan tersebut telah ada. Baru-baru ini Facebook meluncurkan "via" yang sama dengan fitur di situs jejaring sosial lain, Twitter. Fitur ini kelak memudahkan Anda berkomunikasi kembali dengan pengguna lain, dengan sebuah "via" link terpasang untuk atribusi.
Untuk mencobanya,  Anda terlebih dulu masuk ke posting teman yang berada di feed berita Anda, kemudian klik "share," dan Anda akan melihat "via [nama teman Anda]". Setelah mengklik "share," item akan muncul pada profil Anda, dengan melalui link yang menunjuk ke profil teman Anda. Teman-teman Anda juga akan melihat item dalamNews Feeds, sama halnya seperti Retweet dalam Twitter.
Untuk sementara, fitur itu hanya berfungsi untuk posting link. Anda tidak bisa "via" status update atau foto orang lain, seperti dilansir Mashable.com, Sabtu (16/1).(YUS)

on Sabtu, Januari 09, 2010



VIVAnews - Pada laporan bertajuk “Facebook Demographics Direct From Their System” yang dilansir Oktober 2007 dan “Facebook Demographics 2008 Update – It’s Getting Older In There” yang dibuat 10 bulan kemudian, terlihat bahwa di periode tersebut, segmen pengguna yang tumbuh paling pesat adalah pengguna berusia 35-54 tahun. Pertumbuhannya mencapai 172,9 persen.
Menurut statistik terakhir dari platform Social Ads Facebook, ternyata segmen pengguna di usia 35-54 tersebut terus menjadi segmen yang paling cepat pertumbuhannya.
Bahkan dalam 6 bulan terakhir, jumlah penggunanya nyaris berlipat ganda setiap dua bulan.
Mengikuti di belakangnya adalah pengguna berusia 55 tahun ke atas. Pertumbuhannya mencapai 194,3 persen. Pengguna berusia yang lebih muda sendiri, yakni dari kalangan 25-34 tahun hanya tumbuh menjadi dua kali lipat lebih banyak setiap 6 bulan.
Dari sisi jenis kelamin, tercatat bahwa 55,7 persen pengguna adalah wanita. Adapun pengguna pria sebanyak 42,2 persen dan 2,2 persennya tidak diketahui jenis kelaminnya.
Meski “orang tua” adalah segmen pengguna yang tumbuh paling pesat di Facebook, akan tetapi jumlah pengguna terbanyak di situs jejaring sosial terbesar itu masih kalangan pengguna usia kuliah, yakni 18 sampai 24 tahun. Angkanya mencapai 40,8 persen. Yang menarik, pengguna dari segmen usia ini menyusut dari 53,8 persen pada 6 bulan yang lalu.   Muhammad Firman

Search