on Jumat, Februari 05, 2010
Label


Jakarta - Sebuah studi menunjukkan aktivitas blogging oleh remaja turun drastis tiga tahun terakhir. Fenomena itu terjadi seiring naiknya jejaring sosial semacam Facebook.
Studi yang diumumkan pada pekan ini oleh lembaga Pew itu juga menemukan kurang dari 1 orang dibandingkan 10 g menggunakan Twitter. Temuan itu mengejutkan terhadap situs mikro blogging populer.
Menurut laporan itu, hanya 14% remaja penggunan internet yang mengatakan mereka menyimpan jurnal online atau blog dibandingkan dengan raihan 28% pada tahun 2006. Juga hanya 18% yang menggunakan Twitter.
“Sedikit mengejutkan meskipun penjelasan secara definitif diberikan tentang arsitektur teknologi,” ujar Peneliti Pew Aaron Smith.
Smith mengatakan bahwa hasil laporan tersebut merujuk kepada penurunan blogging sebagai akibat ledakan situs jejaring sosial seperti Facebook yang memiliki kemampuan memperbaharui status melalui jurnal personal.
Menurut studi, 73% remaja ketika online menggunaka situs jejaring sosial. Smith juga mengutip keunikan ponsel. Banyak komunikasi yang terjadi antara anak muda saaat ini berlangsung di perangkat mobile, yang tidak mengizinkan untuk membuat tulisan dalam format panjang.
Smith juga mengatakan bahwa remaja keluar dari Twitter karena mereka melihat sitsu itu didesain untuk selebriti dan forum publik Facebook lebih baik.
“Hal ini menjadi sangat menarik dalam merasakan kecenderungan remaja menjadi pengadopsi pertama,” ujar Smith.
“Mereka adalah yang pertama kali menggunakan jejaring sosial dan pesan teks. Hal tersebut tentulah sangat tidak biasa jika dibandingkan dengan teknologi lainnya.”
Blogging di kalangan orang tua marak sejak 2005 tetapi kemudian terjadi penurunan untuk usia antara 18 hingga 29 tahun, sementara yang berusia di atas 30 tahun justru terjadi peningkatan.
“Orang tua masuk ke lingkungan online dan anak muda beralih ke jejaring sosial dan pesan teks,” ujar Smith.
Studi berdasarkan hasil survei terhadap 800 orang berusia antara 12 hingga 17 tahun dan dilakukan mulai Juni hingga September 2009.[ito] INILAH.COM

on Kamis, Februari 04, 2010
Label



SAN DIEGO, Setelah beberapa tahun terakhir mengunggulkan prosesor dual core dan empat core di pasar komputer desktop dan server, Intel kini tengah menyiapkan prosesor dengan enam core. Dalam pernyataannya pada Rabu (3/2/2010), Intel berencana merilisnya tahun ini.
Namun, prosesor tersebut belum akan dirilis untuk komputer mainstream. Untuk sementara, prosesor akan didesain untuk desktop dan server kelas atas. Cip yang digunakan berbasis arsitektur Westmere yang memberikan kinerja lebih baik dari generasi sebelumnya dan lebih baik dalam penghematan daya.
"Prosesor ini mengandung 1,17 miliar transistor dan memiliki 12 MB cache," kata juru bicara Intel seperti dilansirPC World, Kamis (4/2/2010). Proses produksinya menggunakan teknologi 32 nanometer seperti yang kini dipakai pada prosesor Core i3,i5, dan i7. Meski arsitektur dasarnya sama, prosesor enam core tidak akan dilengkapi chipset grafis terintegrasi sehingga pengguna harus tetap memiliki kartu VGA terpisah di komputernya.
Intel menargetkan prosesor enam core pada desktop dengan nama kode Gulftown untuk pasar gamer. Prosesor ini akan dijual satu kategori dengan Core i7 dan secara teknis bisa digunakan dengan motherboard yang sama.
Untuk server, prosesor ini akan menggantikan prosesor enam core sebelumnya yang dirilis 2008 dengan nama kode Dunnington. Nama merek dagangnya akan sama, yakni Xeon, meski dengan kinerja yang jauh lebih baik. Khusus untuk server, Westmere juga dilengkapi teknologi enkripsi Advanced Encryption Standard (AES) yang baru, baik untuk mendukung keamanan data server maupun virtualisasi. WAH   KOMPAS.COM

on Rabu, Februari 03, 2010


SAN FRANSISCO - Twitter melakukan reset password bagi sejumlah pengguna yang mengalami serangan phising.
"Sebagai keberlanjutan dari upaya Twitter dalam melindungi para penggunanya, kami melakukan reset password untuk sejumlah akun yang kami yakini telah terkena serangan," ujar juru bicara Twitter Del Harvey, seperti dikutip dari Cnet, Rabu (3/2/2010).
"Beberapa pengguna Twitter nampaknya menggunakan username dan password mereka untuk mendaftar pada aplikasi pengembang pihak ketiga yang kemudian memposting tweet ke akun mereka," tambahnya.
Sementara mereka terus melakukan investigasi, Twitter berusaha meyakinkan para pengguna bahwa langkah yang mereka ambil menjamin keamanan mereka. Twitter pun terus menginformasikan update terbaru soal investigasi yang dapat dilihat pada @safety dan @spam.
"Pengguna yang menginginkan informasi tentang apa yang harus mereka lakukan jika akun mereka terkena serangan, bisa mengunjungi laman ini, dan mempelajari bagaimana menggunakan Twitter secara aman," kata Harvey.
Update terbaru atas respons pengguna yang menduga adanya pembobolan data, pihak Twitter memastikan tidak ada data Twitter yang dicuri atau berhasil dibobol.
"Hasil investigasi terbaru kami tidak membuktikan adanya pembobolan data," tutup Harvey. (rah) OKEZONE.COM

on Selasa, Februari 02, 2010
Label

New York: Beberapa hari setelah peluncuncaran Apple iPad, minggu lalu, Steve Jobs, Direktur Apple, menyelenggarakan sesi tanya jawab dengan beberapa staf perusahaan, dan selama sesi itu ia mengeluarkan pernyataan yang mengecam Google dan Adobe.
Ketika mengacu ke Google, Jobs mengeluh bahwa perusahaan telah tersesat ke wilayah Apple dengan meluncurkan telepon genggam Nexus One. Menurut mereka yang hadir pada pertemuan itu, Jobs berkata, "Kami tidak memasuki bisnis pencarian. Mereka memasuki bisnis telepon. Jangan salah mereka ingin membunuh iPhone. Kami tidak akan membiarkan mereka melakukannya."
Tidak hanya Google, Adobe pun turut dikecam. Jobs memanggil perusahaan tersebut "malas". Ia mengatakan bahwa perusahaan memiliki seluruh potensi untuk melakukan hal-hal menarik tetapi menolak untuk melakukannya. Apple secara konsisten menolak mendukung Flash, karena seperti "kereta", padahal banyak situs web yang menggunakannya.
Sumber dari Wired juga mengatakan bahwa Jobs paling menyalahkan Mac crash pada teknologi Flash. Ia juga telah meramal bahwa "tidak ada orang" yang akan menggunakan Flash di masa depan, karena semuanya akan beralih ke HTML 5, seperti dilansir Telegraph, Senin (1/2).(AYB) LIPUTAN6.COM

on Minggu, Januari 31, 2010
Label



Seorang yang diduga merupakan mantan karyawan Microsoft Corp. dilaporkan telah menyebarkan dokumen yang tampaknya mengandung informasi seputar kepastian tanggal peluncuran sistem operasi Windows 8.
Menurut dokumen tersebut, Microsoft berencana untuk meluncurkan sistem operasi terbaru itu di pertengahan tahun depan.
Seperti VIVAnews kutip dari XbitLabs, 31 Januari 2010, Chris Green yang diduga adalah mantan pengembang software di Microsoft telah menyebarkan dokumen yang disebut “Estimated Product Support Life Cycles” di blog Microsoft.
Pada dokumen tersebut terkuak jadwal dukungan produk dan tanggal peluncuran produk untuk belasan produk software Microsoft. Meski dokumen tersebut segera dihapus dari blog, akan tetapi sejumlah pengunjung sempat menyimpannya dan memajangnya di berbagai situs di Internet.
Pada dokumen itu disebutkan bahwa Microsoft berencana untuk meluncurkan Windows 8 pada 1 Juli 2011. Tak sampai dua tahun setelah Windows 7 hadir di pasaran.
Meski keabsahan dokumen itu belum bisa dipastikan, tetapi seluruh tanggal seputar peluncuran produk di dokumen tersebut tampaknya tepat. Bila demikian, diperkirakan Microsoft akan menghadirkan update terhadap sistem operasi barunya sekitar satu tahun lebih cepat.
Sebelum ini, Microsoft menghadirkan sistem operasi desktop mereka setiap dua sampai tiga tahun. Misalnya pada Windows 95, 98, ME, dan XP. Akan tetapi, Windows Vista hadir lima tahun setelah XP karena satu dan lain hal. Hadirnya Windows 7 sekitar tiga tahun setelah Vista membuat Microsoft kembali ke jalan yang benar, yakni menghadirkan sistem operasi desktop baru tiap dua atau tiga tahun.
Meski demikian, Microsoft belum bersedia mengonfirmasikan seputar tanggal pasti peluncuran Windows 8 tersebut.

VIVAnews

Search