on Kamis, Februari 11, 2010



Raksasa mesin pencari Google mengumumkan bahwa produk Gmail mereka akan memiliki tampilan jaringan sosial. Tampilan baru tersebut diciptakan agar Gmail dan Gchat mampu berkompetisi dengan Facebook dan Twitter. 
Hadir dengan nama Google Buzz, layanan baru tersebut akan membuat pengguna Gmail bisa berbagi pesan, link situs internet, dan foto, dengan teman dan kolega langsung dari akun Gmail.
Seperti dikutip dari Inquirer, 10 Februari 2010, Google juga merilis beberapa produk yang dirancang agar tampilan situs sosialnya bisa diakses di perangkat mobile. Menurut Inquirer, fitur baru dari Google tersebut tampak sama saja dengan Facebook dan muncul di saat demam jejaring sosial mulai mereda.
Ini merupakan terobosan kedua Google dalam wilayah jaringan sosial. Sebelum ini, Google telah membuat jejaring sosial sendiri yakni Orkut yang berhasil berkembang di Brazil. Sayangnya Orkut gagal menarik minat pengguna penutur Bahasa Inggris seperti Facebook dan Myspace di Amerika. 
Dengan Buzz, Google mengikuti jejak Yahoo yang juga membangun fungsi jejaring sosial ke dalam produk email mereka untuk bisa terhubung dengan Facebook. VIVAnews

on Rabu, Februari 10, 2010
Label






Setelah mengumumkan pada publik sejumlah jajaran produk komputer terbarunya di ajang Cosumer Electronics Show 2010 di Las Vegas Januari lalu, Lenovo akhirnya siap menghadirkan produk tersebut ke pasar Indonesia.
Produk-produk yang siap digelar adalah dari jajaran IdeaPad, ThinkPad, dan IdeaCentre.
Dari seri IdeaPad, versi terbaru yang disiapkan Lenovo adalah IdeaPad S10-3 dan S10-3t yang akan digelar resmi mulai minggu keempat Februari 2010. Seperti IdeaPad S10 series sebelumnya, keduanya berfitur ‘instant on’ agar cepat mengakses berbagai aplikasi dan Internet hanya dalam hitungan detik, tanpa masuk ke sistem operasi.
Sebagai tablet netbook konvertibel kapasitif, S10-3t dibuat dengan teknologi layar sentuh Lenovo NaturalTouch. Layar 10,1-inci pada S10-3t dapat berputar 180 derajat dan dilipat untuk mengubahnya menjadi tablet sentuh. Adapun harganya ada di kisaran 419 untuk S10-3 dan 599 dolar AS untuk S10-3t.
Mewakili seri ThinkPad, X100e, yang juga salah satu andalan terbaru Lenovo merupakan notebook ringkas berbasis platform AMD. Ia mendukung resolusi definisi tinggi pada layar berukuran 11,6 inci. Dengan grafis Radeon HD 3200 series dan siap mendukung teknologi nirkabel WiMax, ThinkPad X100e dilepas di kisaran harga 499 dolar AS.


Untuk segmen keluarga, Lenovo menghadirkan IdeaCentre B500. Komputer all-in-one ini didesain untuk game dan aplikasi-aplikasi hiburan seperti film, musik, dan lain-lain. Dengan layar 23 inci full HD dan prosesor Core 2 Quad, IdeaCentre B500 tersedia di harga mulai USD 899 dolar AS.
Jajaran produk terkini Lenovo tersebut sengaja disiapkan untuk menyambut musim belanja di hari Valentine dan Imlek yang segera tiba. VIVAnews

on Selasa, Februari 09, 2010
Label


JAKARTA - Forum sex online yang menyebar di Indonesia hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan serius dari pihak yang berwenang. Buktinya, beberapa forum khusus orang dewasa itu hingga kini belum ditutup, malahan telah berganti nama. Ingin menyamarkan?
Saat ditelusuri okezone, Selasa (9/2/2010), satu dari forum pelacuran tersebut adalah BB17. Di situs tersebut, saat dicoba diketik di alamat yang lama, pengunjung langsung di-direct ke forum dengan nama yang lain. Namun, selain tampilan halaman depannya yang sedikit diubah, tidak ada perubahan lainnya lagi. 
Semua tulisan-tulisan yang berasal dari laman baru ini, masih merupakan import dari forum BB17 yang lama. Bahkan, thread wanita panggilan yang dijajakan pun tetap tidak ada yang berubah. Saat okezone, memasukkan username lama pun, nyatanya memang masih berlaku.
Akan tetapi, ada salah satu thread yang nampaknya sengaja ditutup oleh admin. Besar kemungkinan, ini terkait dengan pemberitaan yang okezone beritakan pada Kamis lalu.
Seperti diketahui, terbongkarnya prostitusi online melalui situs jejaring sosial Facebook di Surabaya, membuka mata masyarakat kalau bisnis esek-esek di Indonesia sudah mulai merambah dunia maya. Sebetulnya, sebelum Facebook menjadi alat untuk yang disalahgunakan, telah beredar cara-cara lain di bisnis ini yang memanfaatkan internet, salah satunya adalah forum sex.
Tidak berbeda dengan Facebook untuk prostitusi online, cakupan forum sex tentunya jauh lebih luas dengan berbagai layanan yang lebih bervariasi.  Melalui forum, sesama anggotanya yang telah terdaftar akan dengan mudah mempertemukan antara seorang perantara (germo) dengan kliennya. Maka tak pelak, wanita panggilan yang ada di forum sex ini menjadi jauh lebih banyak dan bervariasi.
Seharusnya, selain ditutup,menurut Kemenkominfo forum seperti ini juga terancam hukuman beberapa undang-undang, seperti undang-undang informasi dan transaksi informatika (UU ITE) khususnya pasal 27 ayat 1, belum lagi peraturan yang menjerat tentang perdagangan perempuan, hingga KUHP. (tyo) OKEZONE.COM

on Senin, Februari 08, 2010
Label


JAKARTA - Prostitusi yang sekarang marak dilakukan di dunia maya cukup menarik perhatian banyak orang. Berbagai pihak harus bertanggung jawab untuk melakukan sensor konten, termasuk para pengguna internet.
Menurut pakar digital forensik Ruby Alamsyah, banyak cara untuk bisa mengantisipasi maraknya prostitusi di dunia maya. Salah satunya adalan melalui penyensoran data dan menelusuri pola-pola yang digunakan.
"Pencegahan bisa dilakukan dengan penyensoran data, dan menelusuri patern-paternnya," ujar Ruby saat ditemui okezone di sela peluncuran Esia TTM di Senayan, Jakarta, Senin (8/2/2010).
Ruby sendiri yakin, jika sumber daya manusia di Indonesia mampu untuk mengembangkan sistem penangkal prostitusi online. Namun hal tersebut haruslah didukung oleh peran aktif pemerintah.
Sayangnya, lanjut Ruby, terkadang aksi penyensoran sangat kontraproduktif dengan kebebasan, sehingga hal ini akan menjadi tantangan tersendiri dalam mengatasi prostitusi online.
"Banyak cara-cara teknis untuk menelusuri prostitusi online itu. ID SIRTII mungkin bisa menjabarkan sistemnya," katanya. (srn) OKEZONE.COM

on Sabtu, Februari 06, 2010
Label


Washington : Nampaknya rencana rencana peluncuran buku digital gagasan Google masih harus ditunda sementara. Departemen Kehakiman Amerika Serikat masih berkeberatan dengan rencana tersebut, karena terkait dengan undang-undang anti pembajakan dan hak cipta keluaran  Amerika Serikat, demikian rilis situs BBC, Sabtu (6/2).

Pihak penjual buku eceran secara online di situs Amazon, dikabarkan juga berkeberatan seraya menuduh rencana Google untuk memindai dan mendistribusi jutaan buku secara online mengarah ke usaha monopoli. Google pernah dipaksa mengubah rincian perjanjian kerjasama dalam pembuatan buku digital 2009 lalu, oleh Departemen Kehakiman AS, karena dianggap monopoli dan membawa keuntungan bagi Google saja. 

Dalam surat perjanjian tersebut secara jelas tercantum bahwa hanya pihak Google yang punya hak mendistribusi dan menjual buku dalam bentuk apapun yang telah dibeli hak ciptanya. Kasus Google saat ini, sedang ditangani pengadilan distrik dipimpin oleh Hakim Distrik Denny Chin. Pengadilan ini diharapkan bisa mengeluarkan keputusan tanggal 18 Februari ini.(AYB) LIPUTAN6.COM

Search