on Rabu, Januari 13, 2010
Label


MOUNTAIN VIEW - Friendster hari resmi menjalin kerjasama dengan Yahoo. Integrasi ini ditujukan untuk memberikan keuntungan dan kemudahan bagi para pengguna melalui properti web Friendster dan Yahoo.
Friendster terhitung cukup jeli dalam memanfaatkan peluang. Situs pertemanan ini melihat potensi Yahoo sebagai situs yang menjadi tujuan sebagian besar pengguna internet di Asia. Seperti kita tahu, Asia terutama kawasan Asia Tenggara menjadi fokus incaran Friendster dalam berekspansi. Jalinan kerjasama ini diharapkan bisa menarik jumlah pengguna baru serta meningkatkan aktivitas online di kedua situs tersebut.
"Kami berupaya menjalin kerjasama strategis dengan Yahoo Asia Tenggara dengan menghadirkan berbagai aplikasi Friendster pada laman homepage Yahoo Indonesia, Singapura , Filipina dan lainnya," kata Vice President of Global Product Friendster  David Jones dalam keterangannya melalui email, Selasa (12/1/2010).
Jones menyebutkan integrasi Friendster dengan Yahoo tak hanya menguntungkan Friendster dengan hadirnya berbagai aplikasi Friendster di homepage Yahoo. Sebaliknya, Yahoo juga akan diuntungkan karena berbagai iklan layanan dan produk Yahoo bisa mampir berpromosi di laman Friendster.
Hal menarik lainnya dari kerjasama ini, Friendster akan meningkatkan kemampuan pencariannya dengan integrasi ke Yahoo. Dengan kemampuan barunya nanti, profil pengguna Friendster atau laman Fan Friendster bisa ditemukan melalui Yahoo Search.
Terakhir, kerjasama ini segera memungkinkan pengguna Friendster terhubung dengan akun Yahoo mereka. Itu artinya, pengguna Friendster memiliki tautan lain untuk saling berbagi aktivitas update mereka melalui Yahoo, begitu pun sebaliknya.
Jones tidak menyebutkan kepastian hadirnya berbagai layanan integrasi antara Friendster dengan Yahoo. Dia hanya menyebutkan, implementasi dari kerjasama keduanya akan segera terwujud di awal 2010.
Saat ini, Friendster tercatat memiliki sekira 90 juta pengguna dan 90 persen diantaranya berasal dari kawasan Asia Tenggara. (rah)  Rachmatunnisa - Okezone

on Senin, Januari 11, 2010
Label


SAN FRANSISCO - Pesaing Intel dalam pengembangan chip komputer, Marvell cukup menarik perhatian dalam CES 2010 kali ini. Pasalnya, mereka menampilkan produk baru berupa prosesor ARM Quadcore.
Prosesor ARM berbasis SoC (sistems on a chip) ini digadang-gadang sebagai pesaing dari chip besutan Qualcomm, NVIDIA, dan Broadcom. Pasalnya, seperti Qualcomm, Marvell membuat sendiri desain chip ini dan tidak melisensikan desain Cortex A9 ARM, yang dibenamkan salah satunya di Nvidia Tegra SoC generasi kedua.
Dilansir melalui Hexus.net, Senin (11/1/2010), chip quadcore besutan Marvell itu belum diberi nama. Namun yang pasti teknologi yang mendukungnya hampir sama dengan teknologi yang ada pada chip ARMADA 500 dan 600 besutan marvell juga.
Selain prosesor Quadcore ini, Marvell juga meluncurkan ARMADA 610. Perangkat ini diklaim merupakan prosesor aplikasi pertama yang mampu membawa encode dan decode 1080p ke dalam perangkat Mobile.
Salah satunya dibenamkan pada sebuah eReader. Marvell juga memperkenalkan eReader yang didesainnya dengan dilengkapi ARMADA 610. Marvell juga mengumumkan kerja sama dengan E Ink untuk memasarkan perangkat tersebut dalam waktu dekat, serta beberapa perangkat yang dilengkapi dengan chip ARMADA 166E.
Marvell’s ARMADA 610 dilengkapi dengan CPU berkecepatan gigahertz, video 1080p encoding dan decoding, dan akselerasi 3D yang terintegrasi sangat cepat. Seri ARMADA 600 ini menjalankan instruksi ARMv7 yang sama seperti prosesor ARM Cortex-A8, dengan keberadaan pipaline yang lebih pendek yang dapat memungkinkan untuk eksekusi lebih cepat.
ARMADA 610 dapat merender 45 juta proses 3D per detik dan mengontrol empat tampilan layar yang mencapai resolusi 2.000x2.000 piksel masing-masing. Dengan demikian membuatnya lebih kuat dibanding PowerVR SGX 530 core yang digunakan dalam Motorola Droid dan core grafis Qualcomm pada QSD8250 Snapdragonnya.
Dalam hal ini, chip ARMADA 610 ini muncul dengan dukungan untuk sistem operasi berbasis Android, Linux, dan Windows Mobile/CE. Marvell sendiri menargetkan chip ARMADA 610 tersebut yang diperuntukkan bagi Mobile Internet Devices (MID), pemutar media portabel yang terhubung, eReaders, smartphone, dan peralatan informasi pribadi terbaru. (srn)  Sarie - Okezone

on Sabtu, Januari 09, 2010



VIVAnews - Pada laporan bertajuk “Facebook Demographics Direct From Their System” yang dilansir Oktober 2007 dan “Facebook Demographics 2008 Update – It’s Getting Older In There” yang dibuat 10 bulan kemudian, terlihat bahwa di periode tersebut, segmen pengguna yang tumbuh paling pesat adalah pengguna berusia 35-54 tahun. Pertumbuhannya mencapai 172,9 persen.
Menurut statistik terakhir dari platform Social Ads Facebook, ternyata segmen pengguna di usia 35-54 tersebut terus menjadi segmen yang paling cepat pertumbuhannya.
Bahkan dalam 6 bulan terakhir, jumlah penggunanya nyaris berlipat ganda setiap dua bulan.
Mengikuti di belakangnya adalah pengguna berusia 55 tahun ke atas. Pertumbuhannya mencapai 194,3 persen. Pengguna berusia yang lebih muda sendiri, yakni dari kalangan 25-34 tahun hanya tumbuh menjadi dua kali lipat lebih banyak setiap 6 bulan.
Dari sisi jenis kelamin, tercatat bahwa 55,7 persen pengguna adalah wanita. Adapun pengguna pria sebanyak 42,2 persen dan 2,2 persennya tidak diketahui jenis kelaminnya.
Meski “orang tua” adalah segmen pengguna yang tumbuh paling pesat di Facebook, akan tetapi jumlah pengguna terbanyak di situs jejaring sosial terbesar itu masih kalangan pengguna usia kuliah, yakni 18 sampai 24 tahun. Angkanya mencapai 40,8 persen. Yang menarik, pengguna dari segmen usia ini menyusut dari 53,8 persen pada 6 bulan yang lalu.   Muhammad Firman

on Jumat, Januari 08, 2010
Label



CALIFORNIA -  Microsoft tengah tersenyum bahagia sebelum peluncuran produk terbarunya Office 2010 nanti, sebab sebuah hasil manis mereka torehkan saat melempar uji coba Office 2010 versi beta kepada publik. Menurut mereka, hingga saat ini pengunduh versi beta tersebut telah mencapai 2 juta orang.
"Office 2010 telah menciptakan sebuah rekor baru untuk sebuah uji coba ini. Ini jelas ada peningkatan dibandingkan dengan Office 2007 beta lalu. Office 2010 telah diunduh sebanyak 2 juta kali, dengan rata-rata 40 ribu pengunduh setiap harinya," tulis Microsoft dalam blog pribadinya, yang dikutip PC World, Kamis (7/1/2009).
Atas dasar itulah Microsoft berharap penjualan Office 2010 akan ada kenaikan sebesar 34 persen dari penjualan sebelumnya di segmen konsumen, karena mereka tidak bisa mengharapkan lebih dari sisi enterprise yang mengalami penurunan sebesar 4 persen. Terlebih saat ini mereka terus terdesak dari kompetitornya, seperti Google.
Nantinya, Office 2010 ini akan dijual dalam empat edisi, yang terdiri dari Office Home and Business dijual USD279, dan Office 2010 Professional dibanderol  USD499 per box. Khusus untuk kalangan mahasiswa akan diobral sebesar USD99 saja.
Versi terbaru dari aplikasi Office 2010 ini akan ditambahkan dengan Office Web, yang mana perantin ini bisa dijalankan dengan berbasis internet. Pengguna menurut Microsoft akan digunakan melalui portal Windows Live. Rencananya, Office 2010 akan dilempar ke pasara pada pertengan 2010 mendatang.
Dari 2 juta pengunduh yang mungkin masih bisa bertambah tersebut, raksasa software itu berharap bisa mendapatkan masukan dari penggunanya, sebelum akhirnya benar-benar dirilis secara final. (tyo)  Susetyo Dwi Prihadi - Okezone

on Kamis, Januari 07, 2010
Label


SEOUL - Salah satu keluhan yang dirasakan oleh pengguna netbook adalah daya tahan baterainya yang masih lemah. Padahal sebagian pengguna netbook adalah pekerja dengan tingkat mobile yang cukup tinggi, seharusnya netbook tak hanya ringkas tapi tahan lama.
Melihat celah kelemahan tersebut, Samsung mengeluarkan produk netbook terbarunya yang mampu bertahan hingga 12 jam lamanya. Melalui seri N210 dan N220, netbook ini oleh Samsung diklaim mempunyai kekuatan daya baterai yang lebih lama dibandingkan netbook lain yang rata-rata hanya bertahan 8 jam saja.
"Daya baterai yang lama menjadi sebuah keharusan untuk pengguna netbook," jelas Daniel Hill, Product Manager Notebook PC Samsung, seperti yang dikutip Vnunet, Kamis (7/1/2010).
"Banyak orang yang masih mencibir netbook lemah di kekuatan baterai, hal tersebut bisa jadi benar. Akan tetapi Samsung menjawab tantangan itu dengan menghadirkan netbook dengan kekuatan yang lebih panjang," sebutnya.
Daniel sendiri mengungkapkan rahasia mengapa netbook N210 dan N220 bisa menjadi lebih lama dalam soal ketahanan. Yang pertama, menurutnya, karena netbook ini menggunakan layar LED yang dapat mereduksi pemakaian listrik, selain itu dengan tambahan Intel Atom yang mampu memangkas daya watt membuah netbook ini menjadi dua kali lebih hemat listrik dari sebelumnya, ujungnya netbook pun semakin lama menyala.
Netbook Samsung seri N210 dan N220 akan diperkenalkan di Consumer Electronics Show (CES) 2010, dan akan dijual di toko retail Inggris pada akhir bulan ini, baru menyusul kemudia di sejumlah negara lainnya. (tyo) Susetyo Dwi Prihadi - Okezone

Search